Jumat, 18 Maret 2016

Inilah Tempat Paling Mustajab Di Mekkah

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Inilah Tempat Paling Mustajab Di Mekkah

Inilah Tempat Paling Mustajab Di Mekkah



Mungkin anda mau umrah atau haji, anda dapat berdoa ditempat mustajab di Mekkah. Atau mungkin saja ada sanak saudara yang tengah berumrah, anda dapat nitip doa di beberapa tempat mustajab berikut ini:
1. Multazam Multazam yaitu suatu tempat di antara Hajar Aswad serta Pintu Ka’bah. Tempat ini dipercaya oleh seluruhnya ulama juga sebagai tempat yang paling mustajab untuk berdoa di seputar Ka’bah. ” Multazam yaitu tempat dikabulkannya do’a. Tidak ada satu juga do’a seseorang hamba di Multazam terkecuali bakal dikabulkan ” (HR. Ahmad)
2. Hijir Ismail Dulunya, Hijir Ismail memanglah masih tetap termasuk juga sisi dari Ka’bah. Sholat di Hijir Ismail sama juga dengan anda sholat didalam Ka’bah.
3. Dibawah Pancuran (Talang Emas) Di ruang Hijir Ismail ada suatu tempat yang mana dulunya Istri Nabi Ibrahim serta anaknya. Nabi Ismail pernah tinggal disitu, Tempat ini ditandai dengan suatu pancuran yang terbuat dari emas.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Mengapa Mekkah Disebut Tanah Suci?

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Mengapa Mekkah Disebut Tanah Suci?

Mengapa Mekkah Disebut Tanah Suci?



Umat Islam pasti sudah familiar dengan Tanah Suci Mekkah, sebuah kota yang bukan hanya disucikan oleh manusia, tetapi oleh Allah SWT. Allah telah menjadikan Mekkah sebagai tanah haram sejak penciptaan langit dan bumi. Disebut haram karena di wilayah tersebut berlaku berbaga ketentuan yang diharamkan.
Allah SWT juga menjuluki kota ini sebagai Ummul Qura atau Ibu dari kota-kota lainnya. Allah SWT bahkan bersumpah atas nama Mekkah yang menjadi bukti bahwa Allah telah mengagungkannya dengan bersumpah atasnya.  Lalu kenapa dan apa yang membuat Kota Mekkah sebegitu sucinya?
Makkah al-Mukarramah memiliki luas 550 km persegi dengan panjangnya 127 km. Batas ini sudah ditentukan sejak turunnya perintah dari Malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim AS tentang penentuan wilayah itu.
Kota Mekah akan terus berkembang namun Tanah Haram tidak ikut berkembang karena batasnya telah ditetapkan. Batas-batas Tanah Haram tersebut adalah Masjid Tan’im, daerah Ji’ranah, Al-Hudaibiyyah, Nakhlah, Adlat Laban, dan Ahl al-Haram.
Setelah batas-batas yang ditelah ditetapkan, Allah lantas lantas memerlihatkan keutamaan dan keistimewaan yang tidak diperoleh di wilayah lainnya. Sejak awal diciptakan, kota ini memang disiapkan untuk berbagai peninggalan suci yang ada di dalamnya. Sehingga kesucian apa yang telah diberikan, akan tetap terjaga hingga hari kiamat.
Inilah Alasan Kota Mekkah Disebut Tanah Suci 
1. Ada Baitullah yang Menjadi Kiblat Umat Islam
Di kota ini berdiri bangunan pertama di dunia yang dibangun sebagai tempat untuk menyembah Allah SWT. Ka’bah merupakan rumah Allah (baitullah) yang pertama kali didirikan dimuka bumi. Sehingga harus terjaga kesuciannya dari hal-hal yang diharamkan dilakukan di tanah ini.
Pembangunan Ka’bah telah dilakukan sejak zaman Nabi Adam AS. Ada pula sumber yang menyebutkan, Ka’bah telah dibangun semenjak 2000 tahun sebelum Nabi Adam diturunkan. Allah Ta’ala berfirman dalam Quran Surat Ali – Imran: 96
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia ialah baitullah di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia,”
Ka’bah yang berada di Masjidil Haram merupakan tempat ibadah yang memang harus suci dan harus jauh dari hal-hal terlarang. Itulah mengapa Allah mempersiapkan tanah yang suci yang bisa menjaga kesucian tempat ibadah yang menjadi rumahnya. Wallahualam
2. Tempat Lahirnya Nabi Terakhir
Kota Mekkah dipersiapkan oleh Allah  SWT untuk menjadi saksi lahirnya manusia terbaik dari seluruh manusia di alam semesta yakni Nabi Muhammad SAW. Sang Nabi menjalani aktivitasnya di Kota ini dan diangkat menjadi Nabi dan rasul pada usia 40 tahun.
Kota ini juga menjadi saksi tentang pengangkatannya menjadi Nabi dan Rasul saat di datangi oleh Malaikat Jibril di Gua Hira yang terletak di  yang terletak beberapa kilometer di utara Mekkah. Sungguh peristiwa-peristiwa suci ini hanya terjadi di kota yang suci pula.
Pada awal kenabiannya Nabi Muhammad menyampaikan dakwahnya di Kota Mekkah selama 13 tahun. Karena kesuciannya, Nabi Muhammad pun begitu mencintai Kota Mekkah dan tidak ingin meninggalkannya.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata untuk Makkah: “sungguh engkau adalah sebaik-baik negeri dan paling aku cintai, seandainya kaumku tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan tinggal di tempat selainmu”.
3. Ada Masjidil Haram yang Keutamaannya 100 Ribu Kali Lipat Dibanding Masjid Lain
Masjidil Haram adalah bangunan Masjid yang mengelilingi Ka’bah. Bangunan ini merupakan tempat ibadah pertama pertama yang diletakkan bagi manusia. Banyak hadist Nabi yang menyatakan tentang keutamaan Masjid ini. Salah satunya mengatakan bahwa satu kali salat di Masjidil Haram, keutamaannya seperti 100 ribu kali lipat salat di masjid lain.
Ummi Darda’ RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Satu kali shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu kali shalat di masjid yang lain, dan satu kali shalat di Baitul Maqdis lebih utama daripada seribu kali shalat di tempat lain.” (Al-Fakihy: 11/91).
Banyak dari kalangan ulama yang menguatkan pendapat bahwa pelipatgandaan pahala shalat di masjidil haram meliputi semua tanah haram. Diantara yang mengatakan ini adalah seorang tabi’in dari Makkah yaitu Atha bin Abi Rabah, beliau adalah imamnya ahli Makkah di masanya. Telah bertanya kepadanya Rabi’ bin Shubaih, ia berkata: “wahai abu Muhammad, keutamaan yang disebutkan itu apakah untuk masjidil haram saja atau semua tanah haram?”. Maka, Atha bin Abi Rabah menjawab: “semua tanah haram, karena sesungguhnya tanah haram itu semuanya masjid”.
4. Tempat Menunaikan dan Menyempurnakan Rukun Islam
Di Kota Mekkah-lah keislaman seseorang akan sempurna dan lengkap. Kota ini menjadi tempat untuk umat Islam menyempurnakan rukun agama yang kelima yakni menunaikan ibadah haji. Semua Islam yang taat dan mampun dari berbagai golongan sangat memimpikan bisa berkunjung ke kota suci ini.  Mekkah menjadi jantung kegiatan ibadah haji. Sebagai kota yang didatangi umat dari berbagai penjuru dunia, tentu saja Allah mempersiapkan para tamunya di tempat yang suci..
5. Mekkah Terletak di Tengah-Tengah Bumi/Pusat Bumi
Jika hal diata di kaji secara padangan Islam, maka tidak adil jika keistimewaan Kota Mekkah tidak dikaji secara ilmiah. Berdasarkan penelitian, ternyaya Kota Mekkah adalah pusat bumi. Para ahli fiqh mendapati fakta bahwa ada satu hari dalam setahun di Mekkah dimana tidak ada sesuatu pun yang berbayang ditengah hari. Ini menunjukan bahwa matahari tepat berada diatas langit Mekkah (membuat sudut vertikal 90°).
Untuk menyikapi fenomena yang lahir dari berbagai hasil penelitian, diadakan Konferensi Ilmiah bertajuk “Makkah Sebagai Pusat Bumi, antara Teori dan Praktek”. Konferensi yang diselenggarakan di ibukota Qatar, Dhoha pada tahun 2009 itu menyimpulkan tentang acuan waktu Islam berdasarkan kajian ilmiah yakni Makkah. Konferensi juga menyeru pada umat Islam agar mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich (GMT).
Keutamaan Kota Mekah
1. Kota ini menjanjikan ketentraman bagi siapa pun penghuninya. Tanah haram memang dijanjikan Allah sebagai tempat di muka bumi yang penuh dengan rasa aman. Tidak hanya untuk manusia, bahkan hewan dan tumbuhan juga merasakan kententraman tersebut. Seperti dalam qalam Allah berikut ini:
“Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia” (QS. Ali Imran: 97)
2. Allah juga menjanjikan Rizki yang begitu berlipat ganda ketika tinggal di tanah haram. Ini adalah salah satu doa Nabi Ibrahim AS yang di kabulkan oleh Allah SWT. Inilah doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim.
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).
3. Kota ini juga dijaga Malaikat sehingga terhindar dari fitnah Dajjal yang akan keluar di akhir zaman. Dalam hadits Fathimah bin Qois radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Dajjal mengatakan
“Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.” (HR. Muslim no. 2942)

Kota Suci Makkah memang selalu dekat di hati orang-orang yang beriman, sehingga selalu saja hati mereka cenderung kepadanya. Walaupun telah berulang-ulang berkunjung, hati selalu saja lekat dan merasa terpanggil untuk kembali ke sana. Seperti kata Nabi Muhammad SAW, kota suci tak menjamin orang orasngnya suci. Jadi jika ada hal hal yang menodai kesucian, bukan karena Makkah yang tak lagi suci tetapi karena orang yang didalamnya tidak otomatis menjadi suci.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Lebih Utama Mana Mekkah atau Madinah ?

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Lebih Utama Mana Mekkah atau Madinah ?

Mekkah atau Madinah

Dalam Al Fatawa (27/36) Ibnu Taimiyah rahimahullah ditanya: Tentang Makkah, apakah Makkah itu lebih utama daripada Madinah ataukah sebaliknya?
Beliau rahimahullah menjawab:
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Sesungguhnya Makkah itu lebih utama (mulia) karena telah tsabit hadits dari Abdullah bin Adi bin Al Hamru dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang Makkah tatkala beliau berdiri di Hazbarah:
“Demi Allah! Sesungguhnya kamu ini sebaik-baik bumi Allah, dan kamu adalah bumi Allah yang paling Allah cintai. Kalaulah tidak karena kaumku mengusirku (mengeluarkanku) darimu, maka aku tidak akan keluar.” (Imam Tirmidzi berkata hadits ini shahih)
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Sesungguhnya kamu ini sebaik-baik bumi Allah dan kamu adalah bumi Allah yang paling Allah cintai.”
Maka telah tsabit bahwa, Makkah itu sebaik-baik bumi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga bumi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya. Hal ini jelas menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan Makkah. Sedang hadits yang diriwayatkan, yang lafadznya sebagai berikut [1]:
“Engkau (ya Allah)! Mengeluarkan aku dari bumi yang paling aku cintai dan Engkau menempatkanku di bumi yang paling Engkau cintai.” [2]
Hadits ini palsu dan dusta, tidak ada seorangpun dari Ahli Ilmu yang meriwayatkannya. Wallahu a’lam.
Kemudian dalam Al Fatawa (XXVII/37) beliau kembali ditanya: Tentang kuburan (makam) yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dimakamkan di dalamnya, apakah makam itu lebih mulia daripada Masjidil Haram?
Beliau rahimahullah menjawab:
Adapun makam yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dimakamkan di dalamnya, maka tidak aku ketahui seorangpun dari manusia yang mengatakan bahwa makam itu lebih utama daripada Masjidil Haram, Masjid Nabawi atau Masjidil Aqsha melainkan Al Qadhi ‘Iyadh, kemudian Al Qadhi menyebut hal itu sebagai ijma’ (kesepakatan). Itu adalah suatu ucapan yang tidak pernah ada seorangpun yang mendahuluinya, sepanjang yang kami ketahui, dan tidak ada pula hujjah yang mendasarinya. Bahkan Al Qadhi mengatakan bahwa tubuh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu lebih utama dari semua masjid.
Adapun sesuatu yang di dalamnya terdapat ciptaan/makhluk yang lebih utama, atau sesuatu yang di dalamnya ada pemakaman, maka tidak mesti itu semua lebih utama, kemudian yang muncul darinya pun makhluk yang lebih utama.
Sesungguhnya tidak ada seorangpun yang mengatakan bahwa tubuh Abdullah (ayahanda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) itu lebih utama dari tubuh para Nabi.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Nuh ‘alaihis salam adalah seorang Nabi yang mulia sedangkan putra beliau tenggelam dalam air bah dan ia dalam keadaan kafir. Demikian juga Ibrahim Khalilur Rahman, akan tetapi ayahanda beliau yang bernama Azar itu kafir.
Nash-nash yang menunjukkan tentang pengutamaan (lebih utamanya) masjid-masjid itu sifatnya mutlak. Tidak ada pengecualian di antaranya seperti makam para Nabi, dan tidak juga makam orang-orang shalih.
Seandainya apa yang disebutkan oleh Al Qadhi itu benar, niscaya (akan dipahami bahwa -ed) makam setiap Nabi bahkan makam setiap orang shalih itu lebih utama dari masjid-masjid. Padahal masjid-masjid itu adalah Buyutullah (rumah-rumah Allah), maka dengan itu berarti rumah-rumah makhluk (manusia) lebih utama daripada rumah-rumah Khaliq (Pencipta) yang di dalamnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengizinkan untuk ditinggikan dan disebut nama-Nya.
Ini adalah ucapan yang diada-adakan dalam perkara agama serta menyelisihi ushul (pokok-pokok) Dienul Islam.

Catatan kaki:
[1] Ahmad IV/305, Tirmidzi 3925, Ibnu Majah 3108, Ibnu Hibban 1025 hal. 253 Mawaridu Adz Dzom’an. Lihat Shahih Al Jami no. 7089, Fathul Bari III/67.
[2] Riwayat Al Hakim 3/3 dari jalan Thariq bin Said Al Maqbari dari saudara laki-lakinya dari Abu Hurairah, dengan itu beliau (Al Hakim) berkata: “Hadits ini para perawinya berasal dari Madinah dari keluarga Abu Sa’id Al Maqbari. Adz Dzahabi mengomentari dengan ucapan beliau: “Akan tetapi hadits ini palsu dan sungguh telah tsabit bahwa negeri yang paling Allah cintai adalah Makkah dan Sa’ad bukanlah seorang yang tsiqah.” Lihat Al Fatawa XVIII/125-378.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Keistimewaan Tanah Haram

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Keistimewaan Tanah Haram

Keistimewaan Tanah Haram


Tanah haram yang dimaksudkan oleh Allah adalah tanah Haram Makkah. Jika disebut Haromain, maka yang dimaksud adalah Makkah dan Madinah. Kedua tanah ini, utamanya Makkah dimuliakan oleh Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Allah Ta’ala telah memilih beberapa tempat dan negeri, namun yang terbaik dan termulia adalah tanah Haram. Allah telah memilih Makkah menjadi tempat manasik dan menunaikan kewajiban. Umat Islam yang dekat maupun yang jauh dari segala penjuru akan datang ke tanah yang mulia ini. Ada beberapa keutamaan tanah Haram Makkah yang kami kutip dari beberapa ayat Al Quran dan hadits.
Keutamaan Makkah: Terdapat baitullah
Allah Ta’ala dalam firmanNya menyebutkan mengenai do’a nabi Ibrahim ‘alaihis salam, dalam ayat dibawah ini:
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍغَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِرَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَالنَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَالثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” QS. Ibrahim: 37
Selain itu, rumah pertama yang dijadikan tempat peribadatan kepada Allah adalah Ka’bah yang berada di Makkah. Hal ini disebutkan dalam ayat berikut ini:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” QS. Ali Imran: 96
Maka baitullah inilah yang akhirnya dijadikan tempat untuk berhaji, seperti disebutkan dalam ayat berikut:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” QS. Ali Imran: 97
Dikatakan bahwa haji adalah amalan penghapus dosa yang telah lalu. Dari Abu Hurairah, ia mengatakan mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagai berikut:
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” Muttafaqun ‘alaih
Shalat di baitullah pun digandakan pahalanya, hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah
Keutamaan Makkah: dijadikan tempat yang penuh rasa aman
Ini adalah berkat dari do’a nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang dikabarkan oleh Allah dalam salah satu firmanNya:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آَمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آَمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِوَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali“.” QS. Al Baqarah: 126
Dalam ayat yang lain, disebutkan pula mengenai hal tersebut, yakni:
وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آَمِنًا                            
Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia” QS. Ali Imran: 97
Pada masa lalu, kaum Quraisy juga merasa aman dalam safar mereka ketika di Baitulah, sesuai dengan ayat Al Quran yang ini:
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” QS. Quraisy: 4
Keutamaan Makkah: Rizki berlipat ganda
Hal ini juga merupakan berkat dari do’a nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang dikabarkan oleh Allah dalam satu ayat firmanNya:
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْيَشْكُرُونَ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” QS. Ibrahim: 37
Keistimewaan Makkah: tidak akan dimasuki oleh Dajjal
Tidak ada satupun negeri dimana Dajjal tidak mampir di tempat tersebut, terkecuali Makkah dan Madinah karena ada malaikat yang menjaganya. Dajjal tidak akan memasuki keduanya hingga akhir jaman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Fathimah bin Qois ra. menyebutkan bahwa Dajjal mengatakan:
فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِى الأَرْضِ فَلاَ أَدَعَ قَرْيَةً إِلاَّ هَبَطْتُهَا فِى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَىَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًامِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِى مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِى عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلاَئِكَةً يَحْرُسُونَهَا
Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.” HR. Muslim no. 2942
Dajjal juga tidak akan memasuki empat masjid seperti disebutkan dalam sebuah hadits berikut:
لاَ يَأْتِى أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ والْمَسْجِدَ الأَقْصَى وَالطُّورَ
Dajjal tidak akan memasuki empat masjid: masjid Ka’bah (masjidil Haram), masjid Rasul (masjid Nabawi), masjid Al Aqsho’, dan masjid Ath Thur.” HR. Ahmad 5: 364


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Keagungan Ka'bah

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Keagungan Ka'bah

Keagungan Ka'bah

Ka’bah, rumah Allah sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu – tamu Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negara manapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.
Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Makkah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.
Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.
[imagetag]
Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).
Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.
Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.
Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:’Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (asy-Syura: 7)
Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.
Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.
Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)
Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka’bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!